Sabtu, 25 Juni 2011

YANG TAK PERNAH TERUCAP

  Yaaaah,... pagi ini masih seperti pagi yang kemarin. Harus cepat-cepat sampai di kampus untuk mengikuti acara yang menjemukan. Namun aku harus bersyukur karena sudah separo waktu kulalui, Berat rasanya hati ketika ingat pesan teman teman satu kelompok kemarin. Masak iya aku yang harus menghadapi cowok itu sich. Gak ada cara lain apa. Tapi mau bagaimana lagi sudah jadi kesepakatan bersama.
          "Assalamu'alaikum Put,... mana semangatnya?" sapa Farida temenku yang sudah terlebih dulu datang.
          "Not good Da,... sebel malah..." jawabku tak bersemangat
          "Ada apa lagi...?" lanjut Farida sambil menggandengku menuju ke kursi yang ada di koridor kampus ini.
          "Masak iya sich harus aku yang menghadapi cowok itu....?" jawabku sambil bersungut.
          "Lho,... kan emang kamu yang pantes kok. coba bayangin, kamu paling bisa memutar jawaban, dan kamu juga paling bisa memojokkan jawaban lawan. Iya kan..?"
          "Jahat banget sich kamu. aku gak suka sama matanya itu lho. Sombong banget.."
          "Kamu kira tatapan mata kamu bagaimana Non,.... sama kali. mangkanya hanya kamu yang bisa nglawan dia. Tatap mata dia dengan tatapan kamu. Paling apes sich akan ada cerita nantinya... he he he..."
          "Apaan sich kamu ini. cinta monyet gitu?"
           "Ya enggaklah,... kalian kan sudah mahasiswa, masak iya cinta monyet. Cinta Gorila kali... Semangat ya Non..."
           "Males banget Da..."
           "Sssst,.... orang yang kita bicarakan menuju kesini..." bisik Farida Lirih ditelingaku.
           "Maksudmu....?"
           "Iyaaa,... cowok itu bersama temen-temennya..."
           "Ya wis Da,... aku mau masuk dulu." jawabku sambil beranjak dari kursi dan menuju keruang kelas.
           Sementara itu di dalam kelas sudah ada temen-temen satu kelompokku. Kulangkahkan kaki sambil menunduk menghampiri mereka.

1 komentar:

Silahkan berkomentar dengan sopan :)