Yaa Robbana,......
Saat aku menyukai seseorang,...
ingatkan aku bahwa akan ada sebuah akhir
hingga aku tetap bersama
yang tak prnah
berakhir..
Yaa Rahman....
Ketika aku merasa rindu pada seseorang.
sindukan aku pada seseorang yang rindu cinta sejati-Mu,
agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi.
Yaa Rahim,...
Jika nenang aku harus mencintai seseorang...
temukan dg org yg mencintai-Mu,
agar bertambah kuat cintaku pada-Mu,
Jagalah cintaku itu,
agar tdk melebihi cintaku pada-Mu.
Dicintai oleh orang yg kta cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai okeh Sang Pencipta adalah segalanya....
Sabtu, 25 Juni 2011
YANG TAK PERNAH TERUCAP
Yaaaah,... pagi ini masih seperti pagi yang kemarin. Harus cepat-cepat sampai di kampus untuk mengikuti acara yang menjemukan. Namun aku harus bersyukur karena sudah separo waktu kulalui, Berat rasanya hati ketika ingat pesan teman teman satu kelompok kemarin. Masak iya aku yang harus menghadapi cowok itu sich. Gak ada cara lain apa. Tapi mau bagaimana lagi sudah jadi kesepakatan bersama.
"Assalamu'alaikum Put,... mana semangatnya?" sapa Farida temenku yang sudah terlebih dulu datang.
"Not good Da,... sebel malah..." jawabku tak bersemangat
"Ada apa lagi...?" lanjut Farida sambil menggandengku menuju ke kursi yang ada di koridor kampus ini.
"Masak iya sich harus aku yang menghadapi cowok itu....?" jawabku sambil bersungut.
"Lho,... kan emang kamu yang pantes kok. coba bayangin, kamu paling bisa memutar jawaban, dan kamu juga paling bisa memojokkan jawaban lawan. Iya kan..?"
Langganan:
Postingan (Atom)